This pict, really show about my self right now. 

(Sa)

Aku berubah. Bahkan aku sendiri menyadari aku ini berubah. Kini aku melewati hari dengan cara yang berbeda. Cara yang menurutku layak dilakukan. 

Dan di saat itu lah, sesungguhnya ada hal yang benar-benar terjadi padaku. Namun, saat seseorang bertanya ‘mengapa?’, pasti aku akan menjawab ‘tidak apa-apa’. 

Mungkin aku terlalu menciptakan ruangku sendiri. Aku berpikir. Merenung, berusaha memaknai. Aku mencari Sesuatu. Dan karena aku merasakan sesuatu. Hal yang membuatku enggan. Dan juga ketakutan yang begitu besar, bahkan lebih dari apa yang dapat aku ceritakan. 

(Sa)

Sesungguhnya banyak hal yang berada di luar kendaliku. Hal-hal tersembunyi dari apa-apa yang aku tahu. Maka berbahagialah aku.. Nikmati semlir ini. Setiap hembusannya yang menggoyangkan helai poni. Yang menghantarkan titik-titik basah ini. Jatuh membasuh raut. Mengalirkan kalut. Dan dengarkanlah irama merdu. Senandung Alam nan syahdu. Yang kan membawa pada rindu.

(Sa)

Aku merindukan diriku yang dapat meluap-luap meski hanya Semesta Alam dan Tuhan yang menemani.

(Sa)

Bahkan aku tidak ingat kapan terakhir kalinya aku jujur pada diriku sendiri. Terlalu benci menjadi lemah. Terlalu benci menangis. Namun yang nyatanya terjadi, aku justru memaksakan diri untuk kuat. Menganggap semua yang aku rasakan ini tidak lah berarti, dan tidak layak untuk aku tangisi.

Kini, aku benar-benar tidak menangis. Bahkan tidak dapat menangis! untuk meluapkan segala perasaan ini. Dan itu justru lebih membuatku pedih.

(Sa)

Perasaan ini terlalu berharga, sama halnya dengan mutiara yang terlalu indah, yang karenanya maka enggan aku pamerkan. Namun, sepertinya ia justru lebih terpukau pada mutiara yang berceceran di tanah, yang tak terjaga, terkena guyuran, terhempas debu dan kotoran, bahkan terinjak hewan-hewan. Sayang sekali.

Dan karena hanya sosok terpercaya yang dapat melihat mutiara yang terlalu indah ini. Yang juga dapat ikut menjaganya. Maka sayang sekali tidak sempat terpukau dengan keindahannya.

(Sa)

Berharap pada seseorang itu menyakitkan, siapa pun dia. Ya, seharusnya aku sudah sangat tahu akan hal itu. Tidak mengharapkan apa pun dari orang lain. Jangan berharap apa pun pada orang lain.  Itulah yang aku lakukan dulu, dan dengan demikian aku pun tidak lagi merasa kecewa.

Karena aku sudah terlanjur benci, merasa kecewa hanya karena orang lain.

(Sa)

Akankah kedua hati ini dapat benar-benar beresonansi? bergetar menciptakan frekuensi, dan berharmoni.

Dan di saat itu terjadi, apakah itu yang dinamakan cinta sejati?

(Sa)

Benar-benar bisa dipercaya kan? Ya, aku yakin, bahkan sejak awal saat aku membacanya. Akan aku pegang itu, karena aku percaya, dan dirinya pun bisa percaya padaku.

(Sa)