Tuhan, aku merindukannya. Dentingan piano ini, entah mengapa membuat jantungku berdebar kencang. Mengingatkanku pada sosok dirinya.

Ya Tuhan ku, Engkau sungguh Maha Tahu.

(Sa)

Tuhan, aku merasa terlalu mati. Tuhan, aku merasa begitu tersesat. Tuhan, apakah aku harus mendapat tamparan-Mu? Jika itu bisa kembali membuatku hidup. Jika itu bisa menuntunku pulang. Tuhan, ada yang salah dengan diri ini. Ada yang salah dengan tubuh ini. Ada yang salah dengan otak ini. Ada yang salah dengan hati ini. Tuhan, jika memang aku sudah terlalu lancang, seretlah aku untuk pulang. 

Tuhan.. Tuhan.. Tuhan.. Tuhan..

(Sa)

Tuhan.. Tuhan.. Tuhan.. Tuhan..

aku tidak berlari terlalu jauh, ya bukan?

aku tidak terbang terlalu tinggi, ya bukan?

aku tidak tenggelam terlalu dalam, ya semua itu bukan!

tapi, melainkan, sepertinya aku ini terlalu mati, bukan begitu, Tuhan?

Tuhan, tolong hidupkan aku kembali. Atau, mungkinkah aku bisa menghidupkan diriku sendiri, Tuhan? Tuhanku yang Maha Bijaksana, sungguh ada yang salah dengan diriku ini.

(Sa)

Aku mati

Aku bergerak tapi aku mati

Aku melihat tapi aku mati

Aku mendengar tapi aku mati

Aku mengedipkan mata dan aku tetap mati

Aku bernafas dan aku masih mati

Aku tersenyum, tertawa dan aku mati

Aku menangis, berteriak, diam seperti mati

Aku menulis tapi aku masih tetap mati

Bahkan aku bersujud tapi tetap saja mati

Aku mati

(Sa)

Banyak hal yang aku rasakan, yang harus aku lakukan, tapi justru aku tidak melakukan apa-apa. Aku kacau, dan ambigu. Rasanya seperti tidak berguna! Bahkan untuk menyenangkan orang tua saja tidak (belum) bisa.. 

Aku terlalu hanyut terbawa angin. Ayah, ibu, Tuhan, bahkan sepertinya aku melupakan mereka. Dan kini rasanya aku terlalu tersesat untuk menemukan jalan kembali. Tuhan, mengapa kini aku tidak lagi merasakan kedekatan Mu dengan ku? Apakah aku telah berlari terlalu jauh?

(Sa)

This pict, really show about my self right now. 

(Sa)

Aku berubah. Bahkan aku sendiri menyadari aku ini berubah. Kini aku melewati hari dengan cara yang berbeda. Cara yang menurutku layak dilakukan. 

Dan di saat itu lah, sesungguhnya ada hal yang benar-benar terjadi padaku. Namun, saat seseorang bertanya ‘mengapa?’, pasti aku akan menjawab ‘tidak apa-apa’. 

Mungkin aku terlalu menciptakan ruangku sendiri. Aku berpikir. Merenung, berusaha memaknai. Aku mencari Sesuatu. Dan karena aku merasakan sesuatu. Hal yang membuatku enggan. Dan juga ketakutan yang begitu besar, bahkan lebih dari apa yang dapat aku ceritakan. 

(Sa)

Sesungguhnya banyak hal yang berada di luar kendaliku. Hal-hal tersembunyi dari apa-apa yang aku tahu. Maka berbahagialah aku.. Nikmati semlir ini. Setiap hembusannya yang menggoyangkan helai poni. Yang menghantarkan titik-titik basah ini. Jatuh membasuh raut. Mengalirkan kalut. Dan dengarkanlah irama merdu. Senandung Alam nan syahdu. Yang kan membawa pada rindu.

(Sa)

Aku merindukan diriku yang dapat meluap-luap meski hanya Semesta Alam dan Tuhan yang menemani.

(Sa)